Ninemedia, Sambas – Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H. Suryadi, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas.
Ia mengatakan, salah satu titik kebakaran berada di wilayah antara Kecamatan Jawai dan Kecamatan Teluk Keramat, termasuk di kawasan Trimandayan dan sejumlah wilayah lainnya.
“Memang di salah satu titik kebakaran itu antara Kecamatan Jawai dan berdampingan dengan Kecamatan Teluk Keramat. Salah satunya Trimandayan dan sebagainya,” ujar H. Suryadi.
Namun, kondisi karhutla dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan perkembangan positif. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Sambas dinilai cukup membantu mengurangi kepulan asap dari titik-titik kebakaran.
Menurut Suryadi, curah hujan yang turun sejak kemarin hingga tadi malam berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Kondisi tersebut membuat titik asap yang terpantau pada pagi hari mulai mengalami penurunan.
“Tapi perkembangan dari hari ke hari ini, Alhamdulillah, tadi malam dan kemarin curah hujan sudah lumayan, kurang lebih mungkin setengah jam sampai satu jam. Sehingga kalau di pagi tadi titik asap sudah mengurang,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penanganan karhutla belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat sejumlah wilayah yang belum mendapatkan curah hujan secara merata sehingga membutuhkan perhatian dan dukungan dalam penanganan kebakaran.
Di sisi lain, kondisi kabut asap juga masih berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Untuk sementara, anak-anak sekolah di sejumlah wilayah masih melaksanakan pembelajaran dari rumah sebagai langkah untuk mengurangi risiko akibat kualitas udara yang belum sepenuhnya normal.
“Tapi pada hari ini juga masih dilakukan, terutama anak-anak sekolah masih libur. Artinya masih belajar di rumah,” katanya.
Suryadi berharap apabila kondisi udara dan lingkungan dalam dua hingga tiga hari ke depan kembali normal, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dapat dilanjutkan.
“Sebagian besar mudah-mudahan kalau memang normal dalam dua sampai tiga hari ini juga sekolah akan dilanjutkan kembali,” ungkapnya.
Meski hujan telah membantu mengurangi asap, Suryadi menyebut masih ada beberapa daerah yang melaporkan belum mendapatkan curah hujan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air untuk penanganan karhutla masih menjadi salah satu persoalan penting.
Ia pun meminta dukungan, khususnya dalam penyediaan air bagi wilayah yang masih mengalami kebakaran dan belum mendapatkan hujan.
“Ada beberapa daerah juga yang laporan kepada kita bahwa ada kekurangan, mungkin yang belum kena curah hujan. Mohon bantuan, terutama air,” pungkasnya.
Suryadi berharap seluruh pihak terus memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, terutama di wilayah yang masih memiliki titik api. Ia menilai dukungan sarana air dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan kondisi udara Kabupaten Sambas kembali normal. (red)













